Pengetian Uzlah adalah mengasingkan diri dari ikatan duniawi… Imam
Alghazaly menggambarkan mengenai uzlah, adalah seperti kita tidak terikat
terhadap air yang ada disumur... walaupun kita sangat membutuhkan akan air
tersebut sebagai sumber kehidupan. Alqur'an juga telah menggambar-kan orang
yang terpaut hatinya kepada Allah (tidak terikat oleh dunia), namun juga tidak
melalaikan tugas dan kewajibannya sebagai karyawan dan tanggung jawab terhadap
keluarganya...
Firman Allah: "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh
perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah..." ( QS.
An Nur: 37)
Uzlah,... tidak perlu pergi ke goa atau tempat yang sepi untuk
meninggalkan ativitas dunia.
Lakukanlah dirumah atau dimasjid... pada saat orang semua sedang
tidur di akhir malam... Lepaskan ikatan dunia anda, baik dipikiran maupun
dihati... Lepaskan dan serahkan kepada Allah, bahwa semua yang kita miliki
adalah karunia dari Allah.
GURU kita adalah Allah, Dia yang akan menjadi penuntun jalan
rohani (Ar rasyid), Dialah sebagai pemberi petunjuk (Al hadi) dan Dialah
gurunya bagi orang yang bertakwa,
"wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertaqwa kepada
Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda)." (QS.8:29)...
`allamal insaana malam ya'lam …Allah mengajarkan manusia dari
apa-apa yang tidak diketahui (QS.96:5). Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh
datang kepada Kami ,akan kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami…(QS.29:69)
TUNTUNAN-NYA adalah syari'at
Sikapnya, berserah diri secara total, sebab syetan tidak akan
mampu menembus wilayah rohani yang pasrah kepada Allah... iblis menjawab: "demi kekuasaan
Engkau, aku akan menyesatkan mereka kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis
diantara mereka" (QS. 38:83). Niatkan
semua karena Allah... jangan ingin mendapatkan kesaktian... pasrahkan secara
total kembali roh kita kepada Allah...
Lakukanlah praktek seperti yang saya tulis pada bab dzikrullah /
patrap pertama ! Baru saja ikhwan kita dari Semarang menghubungi via telepon,
bahwa ia telah berhasil mendapat kan pengalaman rohani, juga ada sebuah group
band bernama "Semesta", semuanya berhasil mendapatkan sentuhan
rohani... dan banyak lagi yang telah melakukannya secara serius tanpa harus
bertemu dengan saya... karena saya sekedar memberikan informasi akan hakikat
ketuhanan... bukan guru ketuhanan... bahwa jika kita betul-betul melaksanakan
apa yang tertera didalam Alqur'an, insya Allah kebenaran yang anda peroleh sama
rasanya dengan kebenaran yang di peroleh imam Alghazaly, para sahabat nabi,
wali-wali…
Nantinya anda akan membenarkan apa yang dikatakan oleh mereka...
ternyata apa yang ditulis oleh para syekh itu benar... karena anda juga
marasakan hal yang sama...
Seperti rasa manis, siapapun akan mengalami rasa yang sama jika
kita mencoba mencicipi, maka dari itu ilmu ini disebut ilmu hakikat... ilmu
kebenaran... ilmu kepastian... dan ilmu kesempurnaan iman...
Contohnya begini,... Allah mengatakan ciri-ciri orang beriman itu
jika dibacakan ayat-ayat Allah maka hatinya bergetar... bahkan dikatakan mereka
akan histeris tersungkur, menangis jika disebut Allah... (lihat QS. Al Anfaal :
2 dan QS. Maryam :58)
Mari kita bicara jujur... sudahkan ada ciri-ciri ini pada kita ??
Kalau tidak ada, apakah pantas kita disebut orang beriman ??? Nah, ayat tsb.
sebagai barometer, kalau ternyata hal ini ada pada kita, maka kita disebut
telah mengimani adanya ayat diatas secara hakiki...bukan katanya pak Ustadz...
akan tetapi tahu dengan sendiri (pengetahuan kasyf-nya). Keyakinan anda berubah
dari doktrin percaya (wajibul yakin) terhadap ayat diatas, menjadi hakkul
yaqin, keyakinan yang timbul dari kebenaran yaitu Allah Swt. Melalui hidayah
inilah iman yang sebenarnya karena keyakinan anda tidak akan bisa diubahkan...
seperti yang dialami oleh Sayyidina Bilal yang disiksa oleh tuannya, dia tetap
mengatakan ahad... ahad... ahad... karena iman sudah terukir dalam jiwanya...
Mengenai ada jama'ah yang berkeliling dan mendatangi rumah ke
rumah itu bukan Uzlah, akan tetapi mereka adalah kelompok Jamiatut tabligh yang
berpusat di Negara Pakistan ... kalau di Jakarta di pusatkan di masjid Kebun
jeruk... jalan Harmoni...
Mereka diajarkan bagaimana bersiwak,makan ala Rasulullah...
Shalat. sunnah, masuk dan keluar wc mengikuti cara hidup Rasulullah untuk
selama beberapa hari... ada yang tiga hari... tujuh hari... satu bulan... atau
tiga bulan , tergantung kesanggupan jamaah...
Akan tetapi, amalan-amalan seperti itu akan menjadikan jenuh kalau
timbul dari rekayasa dan gagasan fikiran atau dibuat-buat... lama kelamaan
capek dan capek yang didapat. Kecuali jika kita mendapatkan tuntunan dan
bimbingan dari Allah, sebagaiman Alghazaly mendapatkan mukasyafah dengan jalan
olah spiritual, yakni berserah diri kepada Allah terus menerus...
Abu Sangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar