Senin, 26 Agustus 2013

Bahasa Ruh

Pertanyaan :
"Herry Herawan" <herry_h@...>, wrote :
Date: Mon Jan 22, 2001 3:23pm
Subject: Bahasa Ruh

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Bapak Abu Sangkan yth.

Saya ingin menanyakan masalah bahasa ruh, dimana saya pernah bertemu dengan seseorang yang mempunyai kemampuan/ kelebihan dibandingkan manusia yang lainnya. ketika itu kami sempat ngobrol-ngobrol dengan yang bersangkutan dan kemudian ia menunjukan kemampuannya dalam berbahasa (dalam bahasa apa saja) padahal secara normal ybs tidak bisa atau tidak mengerti bahasa yang diucapkan tersebut bahkan bahasa yang ia ucapkanpun kadang bahasa-bahasa yang sulit diartikan oleh orang jaman sekarang, namun bisa diartikan oleh orang-orang tertentu misal bahasa makassar kuno dan jawa kuno. Hasil pengakuan dari ybs bahwa itu adalah bahasa ruh dan bisa dipelajari.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah bahasa ruh itu dan bagaimana cara mempelajarinya ?

Demikian saya sampaikan dan terimakasih atas tanggapannya.

Wassalam
Herry Herawan
Tanggapan untuk Herry Herawan herry_h@...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAHASA RUH

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh …

Bahasa Ruh adalah bahasa universal yang bisa dirasakan oleh setiap makhluk, termasuk binatang dan alam. Akan tetapi kita belum banyak  mengenal apa sebenarnya bahasa ruh atau yang biasa disebut bahasa ruhani. Disadari atau tidak bahasa ruhani ini sering kita gunakan di dalam berkomunikasi dengan orang maupun dengan binatang, tumbuhan dll...

Anda mungkin tidak menyadari ketika sedang berbicara dengan bayi anda, dengan kuda peliharaan anda, dengan tanaman bonsai… dan anda merasakan kepuasan bathin setelah semua yang anda utarakan disambut dengan baik, dan anda mengerti !

Mari kita telusuri asal bahasa kita, seperti apakah bahasa kita ini sebenarnya...
Bahasa yang kita kenal sekarang ini adalah sebuah rumus-rumus atau isyarat untuk mengungkapkan makna yang hakiki dari bahasa ruhani,... dimana bahasa ruhani itu sendiri tidak berhuruf, tidak berupa suara, tidak berupa bentuk, akan tetapi berupa pakerti (baca : intuisi, ilham, wahyu) dan bahasa ini dapat dipahami oleh semua makhluk tanpa batasan. Bahasa ini dipahami oleh orang Perancis, Inggris, Jawa, Madura, Badui, Irian, ~ bahkan anjing dan lebah dapat mengerti bahasa ruhani ini...

Rasa suka, cinta, rindu dan benci, merupakan salah satu contoh dari bahasa ruhani yang bersifat universal, kemudian sejarah manusia menciptakan rumusan-rumusan yang dapat dimengerti dan disepakati oleh komunitasnya, sehingga menjadi sebuah budaya bahasa yang kita kenal sekarang ~ dengan berbagai rumus-rumus yang beraneka ragam ~ namun tetap menceritakan keadaan yang sama persis seperti yang dirasakan oleh setiap manusia atau binatang. Misalnya rasa rindu, kasih sayang, cinta dan benci, setiap orang memiliki bahasa ini namun cara pengungkapan keadaan inilah yang berbeda...

Keadaan ini sudah ada sejak lahir, cobalah anda perhatikan seorang bayi ~ ia bisa tersenyum, tertawa, marah, menangis, lapar, kenyang, dan mengantuk ~ semuanya ada tanpa rekayasa pikirannya ~ keadaan ini sudah ada begitu ia ada... Kita tidak pernah mengajarkan menangis kepada bayi jika mengalami kekecewaan, atau tertawa jika mendapatkan rasa senang, dan kita tidak pernah mengajarkan rasa lapar, dan rasa kenyang ~ rasa itu ada begitu saja tanpa diminta, ia datang diluar pikiran dan sangat murni. Tanpa ada rumus bahasa manusia " kita semua mengerti " keadaan ini. Ketika orang tidak suka terhadap sesuatu, maka pertama kali yang muncul adalah "keadaan atau rasa", kemudian manusia membuat isyarat (baca: bahasa yang dirangkai terdiri dari huruf, kata, kalimat ) agar orang lain memahami keadaan atau rasa yang terjadi pada dirinya.

Pertanyaan anda adalah, apakah bahasa ruh itu bisa dipelajari ??
Banyak cara yang dilakukan orang untuk mempelajari bahasa ruh tersebut, untuk dapat berkomunikasi dengan orang melalui kerohaniannya yang murni ( yang jujur).

Pada prinsipnya bahasa rohani itu adalah bahasa kita sendiri bukan bahasa yang asing bagi kita, entah karena apa pengetahuan ini kurang dikenal oleh kita, sehingga kita tidak merasakan bahwa kita sebenarnya berbahasa dengan hati kita yang di rumuskan dengan huruf- huruf atau isyarat-isyarat yang disepakati...

Sebelumnya saya akan menjelaskan beberapa hal terpenting dalam diri manusia yang dapat dipelajari untuk menangkap bahasa yang tidak berhuruf tersebut.

Phenomena Jiwa

Untuk memahami bahasa ruhani ini biasanya orang melakukan meditasi atau membangkitkan kesadaran rohaninya melalui rasanya, bahwa dirinya bukan badan wadag (jasad) ini akan tetapi dirinya adalah sesuatu yang ada, menguasai tubuhnya dan pikirannya...

Dengan kesadaran yang terus menerus di bangkitkan, maka anda akan mengalami perubahan keadaan yang amat luas dan cerdas… dengan demikian anda akan mendapatkan pencerahan dan memahami lebih dalam bahasa tersebut dengan jelas... ( saya hanya menjelaskan secara singkat phenomena jiwa ini karena anda harus melalui tahapan dan latihan tertentu, dan tidak bisa saya tulis pada jawaban ini, yang jelas pertanyaan anda sudah saya jawab bahwa hal ini bisa dipelajari).

Phenomena fikiran

Banyak binatang yang lebih kuat di dunia, tetapi hanya manusia yang mempunyai kesanggupan untuk mempertimbangkan hal-hal bagi dirinya sendiri, dan dipahami oleh orang-orang lain. Kuasa pikiran merupakan suatu phenomena, jauh melebihi kesanggupan kita untuk memahami sepenuhnya. Meskipun dengan perlengkapan modern yang paling halus sekalipun, masih banyak perkara perlu kita pelajari tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam otak.

Sejauh yang dapat kita tentukan, pikiran adalah suatu proses listrik yang bergantung pada banyak bagian otak yang berbeda-beda. Untuk memungkinkan terjadinya proses berpikir, semua bagian yang bermacam- macam ini harus bekerja dengan lancar dan harmonis pada saat yang sama.

Semua pikiran kita dibentuk sebagian besar berasal dari ingatan tentang pemandangan / pengalaman yang sudah kita lihat dan alami sendiri. Sebagai contoh, kita menyadari apa yang kita lihat, dengar dan rasa sekarang ini, hanya karena ingatan kita yang lampau, yang sudah di simpan didalam otak yang tersedia untuk di ingat kembali pada saat kita memerlukannya.

Otak menghasilkan gelombang-gelombang yang bermacam-macam. Gelombang- gelombang ini dapat diikuti di atas secarik kertas yang bergerak dengan cepat yang disebut encephalogram. Bentuk gelombang-gelombang ini sangat berbeda-beda, bergantung pada derajat kegiatan di dalam otak itu sendiri.

Ingatan sangatlah penting, karena ingatan adalah sensasi pikiran yang mampu mengulang sebuah peristiwa yang telah disimpan di dalam otak, ingatan mampu mencari file-file dengan sangat cepat di dalam memori otak yang pernah terjadi dimasa kanak-kanak, dan pikiran mampu berfantasi kesana kemari menuju alam baru yang dikehendakinya. Pikiran mampu beranjak dari ruang dimensi diluar dirinya …sehingga pikiran mampu membaca pikiran yang tersimpan di didalam pikiran orang lain (seperti hipnotisme, magnetisme, telepati dll). Hal ini dikarenakan otak manusia memiliki gelombang-gelombang elektromagnetik yang bisa dihubungkan dengan gelombang magnet bumi yang tersebar di angkasa yang luas...

Daya magnetik inilah yang meyimpan suara-suara, gambar peristiwa purbakala, termasuk bahasa kuno, dan kenyataan ini sama persis dengan ilmu pengetahuan modern seperti siaran televisi, yang memungkinkan bentuk-bentuk atau gambar disuatu tempat disiarkan melalui saluran UHF ketempat lain dengan gelombang diangkasa...

Kita bisa melihat gambar hidup dan mendengarkan suara secara 'live' dibalik bumi sebelah sana,~ pengetahuan ini memungkinkan orang bisa berkomunikasi atau menghubungkannya dengan memori besar pada angkasa yang banyak menyimpan peristiwa-peristiwa dan suara-suara yang pernah terjadi pada masa lalu atau masa yang sedang berlangsung.

Pikiran sudah lama dipelajari orang untuk therapi menghilangkan rasa sakit ketika pasien hendak di operasi, sehingga orang yang dihipnosa menjadi kehilangan kesadarannya untuk sementara seperti dibius. Le Shan dalam bukunya yang terkenal How to Meditate ~ dicetak ulang lebih dari 20 kali ~ menyebutkan bahwa meditasi dan berfikir transcendental dapat menambah ketahanan kulit terhadap aliran listrik hingga 400 % .Ia juga menegaskan bahwa keadaan jiwa pada saat bermeditasi secara mendalam merupakan puncak ketenangan yang dapat menolak segala emosi dan keruwetan pikiran.

Dengan demikian sangat mudah difahami bahwa untuk mampu berbuat seperti itu harus melalui latihan yang tidak mudah dan harus di lakukan secara serius dan tekun.


Wassalamu'alaikum Wr, Wb,

Abu Sangkan

Tharikah dan Kultus Tokoh Islam

Thariqah merupakan methode untuk mendidik murid agar disipilin didalam berdzikir kepada Allah. Dalam thariqah itu ada Mursyid... (pembimbing) sebagai washilah, biasa disebut syekh. Beliaulah yang menghantarkan jalannya rohani sang murid untuk bisa sampai kepada tingkat lebih tinggi, kadang ada yang lebih ekstrim, kita disuruh membayangkan wajah seorang guru mursyid agar mempermudah jalan rohaninya, karena dianggap sang syekh memiliki kekuatan rohani yang tinggi, yang mampu menggetarkan dan membangkitkan rohani yang sudah lama tenggelam…

Didalam thariqah ada bai'at, harus memiliki dan mengakui syekh dan jalan thariqahnya,.. apakah Syekh Naqsabandy atau Syekh Abdul Qadir Jaelani seseuai dengan penciptanya.

Biasanya seorang murid di talqin (dzikrul maut), dengan cara dimandikan seperti orang mati dan kemudian dikafani… Setelah itu sang murid diwejang dan diijazahkan sebuah amalan dzikir yang harus dilaksanakan setiap waktu dengan jumlah tertentu... Dzikir-dzikir tersebut gunanya untuk membersihkan lathaif-lathaif, seperti meletakkan lafadz dzikir di dalam qalbu, di nathiqah... sirr sampai kullu jasadin... Jika sang murid menguasai dzikir tersebut dengan baik, maka ia akan dinaikkan kepada tingkatan dzikir yang lebih tinggi... muraqabah-muraqabah dst. Biasanya ajaran thariqah memiliki silsilah sanad, sampai kepada Rasulullah. Hal inilah yang banyak diragukan oleh sebagian ulama, dan terkadang bagi salik yang fanatik menganggap orang yang ber tasawuf namun tidak memiliki guru, maka gurunya adalah syetan... menurut syekh Ar Rifai, orang yang berkata demikian adalah orang yang tidak mengerti kedudukan tasawuf (lihat kitab jalan ruhani karangan syekh Sa'id Hawwa, hal.73)

Saya sependapat dengan syekh Ar Rifai, bahwa pembuka hidayah bukan hak manusia, kecuali dia hanya sebagai pemandu jalannya rohani, bukan sebagai washilah atau birokasi ketuhanan... di mana sang syekh dianggap sebagai penghubung / perantara kepada Allah...

Bagi saya guru mursyid itu adalah syariat agama, dan merupakan pemandu yang bersih dari pikiran dan keakuan manusia... Syari'at adalah firman Allah,... dan jalan utama untuk mengetahui salah tidaknya suatu perjalanan ruhani,... untuk lebih mempercepat sampai kepada Allah... Janganlah terpengaruh dengan kata orang, bahwa untuk menuju Allah diperlukan guru mursyid... Jika hal itu dilakukan dan merupakan keharusan,... bagaimana dengan jalan ruhani, yang kita lakukan selama ini, yakni shalat… apakah diperlukan washilah ?? Padahal shalat merupakan jalan ruhani kita atau biasa disebut mikrajnya kaum mukminin,... di sana kita tidak ada pemandunya (mursyid) kecuali hanya syari'at yang telah dituntun oleh agama...

Adapun sanad atau silsilah,... ajaran kita telah mengambil nash yang masyhur, mutawatir, dan di akui oleh seluruh kalangan... apakah syi'ah maupun sunni...


Abu Sangkan


Reinkarnasi

Saya akan bercerita tentang pemahaman reinkarnasi agar kita menjadi jelas :

"Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dengan meninggalkan pakaian lama, begitu pula, sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan tua yang tidak berguna lagi" (Bhagavad-gita 2.22)

Srimad-Bhagavatam, tersusun tiga ribu tahun sebelum masa ovid, berisi cerita istimewa berikut yang mengungkapkan prinsip-prinsip reinkarnasi dalam pelaksanaan dengan cara mengesankan. Maharaja Bharata, seorang raja yang mulia dan suci di India, terpaksa menjelma satu kali ke dalam badan sesekor rusa sebelum mencapai bentuk manusia lagi karena ikatan yang sangat keras terhadap seekor rusa.

Maharaja Bharata adalah seorang Maharaja yang bijaksana dan berpengalaman, dan orang dapat berpikir bahwa dia akan memerintah selama beratus-ratus tahun, tetapi pada waktu beliau masih muda, beliau melepaskan ikatan terhadap segala sesuatu : permaisuri, keluarga, dan kerajaan yang luas, lalu dia pergi kehutan. Dengan melakukan demikian, beliau mengikuti nasehat para resi yang mulia dari jaman purbakala, yang menganjurkan supaya orang mempersembahkan bagian terakhir dari hidupnya untuk keinsyafan diri.

Maharaja mengetahui bahwa jabatannya sebagai seorang raja yang besar bukanlah kedudukan yang kekal, karena itu, beliau tidak berusaha duduk di atas tahta kerajaan sampai meninggal. Bagaimanapun juga, badan raja pun akhirnya menjadi abu, debu atau makanan untuk ulat dan binatang yang lain. Tetapi di dalam badan ada roh yang tidak termusnahkan, sang diri yang sejati. Melalui proses Yoga sang diri dapat disadarkan terhadap identitas rohaninya yang sejati. Setelah sang roh menjadi sadar akan identitas rohaninya yang sejati, ia tidak perlu menjalani masa tahanan lagi di dalam badan jasmani.

Maharaja mengerti tujuan hidup yang sejati, yakni membebaskan diri dari peredaran reinkarnasi, karena itu beliau berjalan ke tempat suci bernama pulaha asrama, di kaki pegunungan Himalaya, di sana bekas raja itu tinggal sendirian di hutan di tepi sungai Gandaki. Maharaja tidak memakai pakaian kerajaan lagi melainkan dia hanya memakai pakaian terbuat dari kulit rusa.

Pada suatu hari, Bharata sedang bersemadi dekat tepi sungai, lalu seekor rusa betina datang ke sana untuk minum air. Pada saat rusa betina itu sedang minum air, tiba-tiba ada seekor harimau di hutan dekat tempat itu, mengaum dengan keras. Rusa itu sedang bunting, dan begitu dia dengar takut sekali, untuk kemudian melompat dan berlari dari sungai, seekor anak rusa gugur dari kandungannya jatuh ke dalam air yang mengalir cepat. Rusa betina itu gemetar karena merasa takut dan lemah karena keguguran. Rusa betina itu kemudian masuk goa, dan beberapa waktu kemudian mati. Bharata melihat anak rusa itu terapung di sungai, dan dia merasa kasihan. Bharata mengangkat binatang itu dari air, dan oleh karena dia mengetahui bahwa anak rusa itu tidak mempunyai induk, kemudian dia bawa anak rusa itu ke asramanya. Perbedaan jasmani tidak ada artinya dari segi pandangan seorang rohaniawan yang bijaksana: oleh karena Bharata sudah insyaf akan dirinya, ia melihat semua makhluk hidup dengan pandangan yang sama, dengan mengetahui bahwa roh dan roh yang utama (Tuhan yang mahaesa) berada di dalam badan semua makhluk. Setiap hari ia memberikan rumput segar kepada anak rusa itu sebagai makanan dan berusaha menyenangkan hatinya. Akan tetapi, sesudah beberapa waktu, ikatan kuat terhadap rusa itu mulai timbul didalam hatinya. 

Dia berbaring bersama anak rusa itu, berjalan dengan anak rusa, mandi bersama-sama. Apabila dia ingin masuk hutan untuk mengumpulkan buah, bunga dan akar, dia membawa anak rusa itu bersama dirinya. Karena dia takut bahwa kalau anak rusa itu ditinggalkan, anak rusa itu akan dibunuh oleh anjing, srigala atau harimau.

Bharata senang sekali melihat anak rusa itu melompat dan bermain-main di hutan seperti anak. Kadang-kadang dia membawa anak rusa itu di atas bahunya, hatinya begitu penuh dengan kasih sayang terhadap anak rusa itu sehingga dia memangku rusa itu pada waktu siang, dan pada waktu tidur, rusa itu tidur di atas dadanya, setiap hari dia memeluk rusa itu dan kadang-kadang menciuminya. Dengan demikian, hatinya menjadi terikat terhadap rusa itu dalam kasih sayang.

Akan tetapi, walaupun Bharata menyadari pertimbangan tersebut, dia berfikir dalam hatinya, "karena rusa ini telah berlindung kepada saya, bagaimana mungkin saya alpa akan rusa itu ? walaupun rusa itu mengganggu kehidupan saya , saya tidak dapat mengabaikan dia. Kalau saya acuh terhadap makhluk tak berdaya yang telah berlindung kepada saya, maka itu akan menjadi kesalahan besar"

Pada suatu hari Bharata sedang semedi, dan seperti biasa dia mulai memikirkan si rusa dan tidak berfikir tentang tuhan. Konsentrasinya terputus, dan dia memandang kesana kemari untuk melihat dimana anak rusa, dan dan ketika dia tidak dapat menemukan rusa itu, pikirannya menjadi goyah, bagaikan orang pelit yang telah kehilangan uangnya. Dia bangun dan mencari-cari didaerah sekitar asramanya. Tetapi rusa itu tidak dapat ditemukan dimana-mana.

"Bharata berfikir," kapan rusaku kembali ? apakah dia selamat dari harimau dan binatang lainnya? Kapankah saya akan melihat si rusa sekali lagi mengembara di tamanku dan makan rumput hijau yang segar? Bharata tidak menahan dirinya. karena itu, ia keluar mencari rusa itu. Dengan mengikuti jejak telapak kakinya. Dalam kegilaannya, Bharata mulai bicara dengan dirinya sendiri : "makhluk itu begitu tercinta sehingga saya berpikir seolah-olah saya kehilangan anakku sendiri. Oleh karena demam kerinduan yang membakar di dalam hatiku, saya merasa seolah-olah berada ditengah-tengah kebakaran yang berkobar di hutan, sekarang hatiku berkobar dengan api kedukacitaan"

Bharata sangat bingung mencari rusa yang hilang di jalan-jalan yang berbahaya di hutan, dan tiba-tiba dia jatuh dan mendapat luka parah. Bharata tergeletak di sana pada saat hampir meninggal, dan dia melihat bahwa rusa nya tiba-tiba muncul dan duduk disisinya, menjaga dirinya seperti putra mencintai ayahnya. Demikian, pada saat menemui ajalnya, pikiran sang Raja Bharata berpusat sepenuhnya kepada rusa itu.

Dari Bhagavad-gita kita dapat belajar, keadaan manapun yang di ingat seseorang pada saat ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang akan dicapainya … dalam penjelmaan berikutnya, maharaja Bharata masuk ke dalam tubuh seekor rusa. kebanyakan mahluk hidup tidak mengingat penjelmaannya yang lalu, tettapi oleh karena kemajuan rohani yang telah di capai sang raja dalam penjelmaan sebelumnya, walaupun dia didalam badan seekor rusa, dia dapat mengerti mengapa ia lahir dalam badan itu. Dia mulai menyesal "saya telah meninggalkan keluarga dan kerajaan lalu pergi ke tempat sunyi di hutan untuk bersemadi, dan di tempat itu saya merenungkan tuhan yang menguasai alam semesta. Tetapi oleh karena kebodohan saya,... saya membiarkan pikiran menjadi terikat kepada... anehnya... seekor rusa. Sekarang saya telah menerima badan seperti itu sesuai dengan peraturan. Tiada orang yang dapat selain diriku sendiri.

Bharata sudah mendapat pelajaran yang berharga, karena itu walaupun dia sudah menjadi rusa, dia dapat melanjutkan kemajuannya dalam keinsyafan diri. Dia menjadi lepas dari segala keinginan material. Dia tidak lagi memperdulikan rumput hijau yang enak, ataupun memikirkan panjang tanduknya. Begitu pula, ia meninggalkan pergaulan dengan segala rusa, jantan maupun betina, meninggalkan ibunya dipegunungan kalanjara, tempat lahirnya. Ia kembali ke pulaha-asrama, tempat la telah mempraktekkan semedi didalam penjelmaan yang lalu. Tetapi kali ini dia hati-hati supaya tidak pernah lupa kepada kepribadian tuhan yang maha esa. Ia tinggal dekat asrama orang-orang suci dan resi-resi yang mulia, dan menghindari segala hubungan dengan orang duniawi, hidup dengan sederhana sekali, dan hanya makan daun yang keras dan kering. Pada saat meninggal, Bharata meniggalkan badan rusa, dan dengan suara keras ia mengucapkan doa berikut :

"Kepribadian Tuhan Yang Mahaesa adalah sumber segala pengetahuan, penguasa seluruh ciptaan, dan roh yang utama didalam hati setiap makhluk hidup".

Dalam penjelmaan berikutnya, maharaja Bharata lahir dalam keluarga seorang Brahmana yang suci dan murni, dan didalam penjelmaann itu dia bernama Jada Bharata. Atas karunia Tuhan, sekali lagi dia dapat ingat kepada penjelmaan-penjelmaan yang lalu...

Ilustrasi di atas saya kutib dari sebuah kitab yang dikarang oleh Om Visnupada, sebagai arahan untuk mengerti apa itu reinkarnasi...

Di dalam diri manusia ada roh pribadi yang abadi .tidak mati, namun bukan berarti kita akan hidup seperti yang digambarkan oleh Om Visnupada, sebab pendapat ini terdapat kelemahan yang akan timbul. Bagaimana hal nya orang yang sudah sampai moksa,... mencapai tuhan... karena baginya tidak akan mengalami reinkarnasi lagi. Jika demikian halnya roh-roh orang yang hidupnya bersih, sebagai resi, pendeta yang tidak terikat oleh alam nafsunya, maka ia akan kembali kepada roh utama ( tuhan yang maha esa), maka jika hal ini terjadi populasi manusia akan berkurang...

Anggaplah pada suatu zaman nabi Adam ada sepuluh orang yang dilahirkan oleh beliau, diantaranya ada yang baik dan ada yang jahat... kalau jumlah yang baik itu ada lima orang maka yang lima lagi akan reinkarnasi... menjadi binatang... atau tergantung kecintaannya kepada materi dia akan menjelma. Dan jika didalam penjelmaannya dia ternyata menginsyafi dirinya akan kesalahan, sebagaimana raja Bharata menginsyafi kesalahannya, maka mereka akan kembali sebagai manusia suci dan akan mati sebagai orang suci yang tidak kembali mengalami reinkarnasi. Artinya lama-kelamaan roh akan habis dikarenakan roh itu kembali kepada roh Utama (Tuhan Yang maha esa).

Ada sebagian orang mengutip Alqur'an untuk mendukung ajaran reinkarnasi yang sekarang lagi semarak, di dalam surat Albaqarah :28

"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan di hidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu di kembalikan"

Pada awalnya manusia tidak ada (mati)... lalu Allah menciptakan manusia dari sari / ekstrak alam kemudian menghembuskan roh dari-Nya kedalam tubuh (lihat Al hijir 28-29) dan ia menjadi hidup... didalam alam rahim... kemudian ia melepaskan dari ikatan alam rahim menuju alam dunia... kemudian ia melepaskan dari ikatan alam dunia... menuju alam barzah... kemudian ia melepaskan alam barzah menuju alam syurga atau neraka, kemudian ia melepaskan kembali menuju Allah Azza wajalla. (bisa di baca dalam tafsir shafwatut tafaasir, karangan Prof Ali As Shabuni, Beirut )

Bandingkan dengan pendapat tentang reinkarnasi, didalam ajaran reinkarnasi, jika ia masih terikat oleh kehidupan alam materi, maka ia akan menjalani kehidupan pada apa yang ia pikirkan, misalnya kepada binatang : kuda, tumbuhan, dll. Sebaliknya didalam islam jika manusia terikat oleh alamnya (hubbud dunya - cinta dunia) maka ia akan tertolak kembali kepada Allah,... rohnya tetap pada kesadaran sebagai manusia namun roh yang tersiksa oleh karena tuhan menolaknya,... dan keadaan ini disebut siksa atau kesengsaraan alam barzah (siksan kubur). Ia tidak menjelma menjadi binatang, akan tetapi ia hanya terikat oleh karena masih cinta kepada binatang atau dunia yang dipikirkannya... memang pendapat ini hampir sama, perbedaannya adalah jika pada reinkarnasi terikat kepada dunia akan menimbulkan jelmaan makhluk baru, sedangkan dalam islam keterikatannya kepada alam ,ia akan terhalang menuju tuhannya, namun ia tidak menjelma sebagai alam... kesamaanya adalah keabadian roh,... perbedaan nya roh manusia bagi hindu adalah roh tuhan yang menitis menjelma sebagai manusia.(emanasi), hal ini di idealisasikan kepada Sri Krisna, dimana orang banyak menyembah Sang Krisna sebagai perwujudan tuhan, sebab jika manusia sudah terlepas dari keterikatan pada dunia materi, maka ia adalah tuhan itu sendiri yaitu roh utama , atau sukma kawekas...

Dan itulah kira-kira yang banyak mempengaruhi sufisme di Jawa dan di India yang mengaku Anal Haq ( Akulah kebenaran/ Tuhan).

Demikan uraian saya masalah reinkarnasi,... dan saya mohon maaf kepada saudaraku yang beragama Hindu. Bukan saya mengusik faham yang anda yakini, akan tetapi saya akan menjelaskan kepastian pendapat untuk membedakan agama islam dan hindu... jadi biar tidak simpang siur... islam adalah islam, hindu adalah hindu. Karena saya sadar pengetahuan masalah reinkarnasi banyak tidak dijelaskan oleh ulama kami, padahal di Jawa pengetahuan ini sudah menjadi budaya masyarakat. dengan adanya istilah menitis atau ketitisan roh...



Abu Sangkan

Poligami


POLIGAMI

Untuk sementara kalangan, poligami begitu menjadi cita-cita yang menyenangkan dan yang lainnya justru kurang setuju terhadap poligami terutama bagi kaum wanita. Sebenarnya bagaimana kita memandang dan mendudukkan ayat-ayat mengenai poligami teresebut.

Mari kita kaji QS. An Nisa' ayat 3

"dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya) ,maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua ,tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka (kawinilah) seorang saja. Atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya"

Pada ayat diatas dinyatakan, boleh menikahi wanita dua, tiga ,atau empat .. Jika kamu tidak mampu berbuat adil ..maka kawinilah seorang saja... Kata "adil" disini belum dijelaskan secara rinci .apakah adil dalam pembagian materi atau adil dari sisi kasih sayang dan cinta.. Untuk mengetahui arti "adil " yang sah menurut Alqur'an adalah dijelaskan pada QS.An Nisa' ayat 129 .

"dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) , walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari)kecurangan, maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang"

Pada ayat tsb., Allah mematahkan semangat orang yang ingin berpoligami dengan kalimat yang tidak mungkin kita lakukan, walan tastatii'uu an ta'diluu bainan nisa'i walau harastum… kalau saya terjemahkan bebas… dan kalian tidak akan pernah mampu untuk berlaku adil terhadap wanita walaupun kamu sangat menginginkannya… dalam ayat ini terdapat kalimat taukid (penguat) seperti pada kalimat wa lan tastati'u an ta'diluu.

Di dalam ilmu nahwu dijelaskan, bahwa kalimat mudhori' jika didahului oleh kalimat taukid bermakna "tidak mungkin /tidak akan mungkin" seperti pada kalimat tastati'u didahului oleh kata LAN dan sebelum ta'dilu ada kata An . dan dikuatkan oleh kalimat harastum ada kata walau ...semuanya itu menunjukkan taukid, artinya Allah sangat melarang untuk melakukan poligami akan tetapi tidak diharamkan masih bersifat anjuran/penjelasan tentang sifat manusia yang tidak akan mungkin berlaku demikian, walaupun sangat ingin berlaku adil… sebab jika akan terus dilaksanakan maka Tuhan sekali-kali tidak akan mau disalahkan .oleh sebab konflik yang akan timbul didalam berpoligami, terutama konflik bathin yang merupakan sifat dasar wanita, yang tidak ingin terbagi kasih sayangnya. Sifat ayat diatas hampir sama dengan sindiran orang yang bercerai. perbuatan halal yang dibenci oleh Allah adalah bercerai. Namun demikian, saya tidak mengatakan bahwa poligami itu dilarang agama, tetapi merupakan suatu peringatan yang sangat tegas .dan peringatan itu mengandung penjelasan watak manusia ..yang menyebabkan kemungkinan akan timbul konflik itu sangat besar. Untuk itu ,Allah mencegah dengan kata " kalian tidak akan pernah mampu berlaku adil"

Akan tetapi dikarenakan manusia itu selalu mencari alasan kebolehan didalam pemenuhan nafsu syahwatnya, maka tidak jarang orang mengatakan inilah sunnah nabi padalah kalau kita berbicara keimanan atas kalimat dan anjuran Tuhan Raja kita, saya kira lebih baik kita menuruti saja apa pendapat Allah yang Maha Agung dari pada beralasan, yang menipu diri sendiri dengan berdalil syariat.. Persoalan ini bukan haram atau tidak nya berpoligami, akan tetapi lebih kepada tuntutan terhadap keimanan dan kedalaman moral ketuhanan atau Ihsan. dimana kita sudah tidak menggubris nasihat baik dari-Nya,... kecuali kalau sudah dianggap darurat misalnya, istri mengizinkan untuk menikah lagi karena sebab tertentu .atau karena alasan perjuangan, sakit, suami memiliki libido yang tinggi dll. Hal inilah yang membedakan dengan ajaran katholik, yang melarang berpoligami !!
Saya akan ambil perbandingan dengan QS. Al Baqarah : 282-283

" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermua'malah tidak secara tunai untuk waktu ditentukan , hendaklah kamu menuliskannya .dan hendaklah seorang penulis diantara kamu mmnuliskannya dengan benar . dan janganlah penulis enggan menuliskanya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimla'kan (apa yang akan ditulis)..."

Pada ayat ini terdapat kalimat perintah (amar) fak tub ..maka tulislah !! pertanyaannya adalah , apakah orang yang tidak menuliskan transaksi atau hutang piutang didalam berbisnis itu haram , karena mengabaikan kalimat perintah Allah ??? jawabannya , adalah tidak haram ..akan tetapi jika kita mengabaikan perintah itu , sangat dimungkinkan untuk berlaku curang, lupa, dan menimbulkan kekacauan manajemen perusahaan.yang pada akhirnya mengakibatkan keharaman juga. Sama hal dengan poligami ..jika kita nekat untuk melakukan poligami ..maka tunggulah saatnya konflik-konflik akan terjadi dan mengakibatkan keharaman .sehingga buruk akibatnya secara psikologis ..baik hubungan suami istri maupun kepada anak-anaknya… Dan mari kita lihat contoh atsar empat sahabat nabi yang menanggapi ayat di atas (poligami) dengan rasa malu yang tinggi karena sudah dinyatakan "kalian tidak akan pernah mampu", rupanya mereka tidak ada yang beralasan macam-macam untuk memenuhi nafsunya...

Berikutnya , mengenai mengawini wanita dua saudara sekaligus .dalam islam diharamkan, karena itu terjadi pada jaman jahiliah ,dan tidak pandang dia perawan atau pernah kawin.karena disitu tidak disebutkan... pendapat ini saya ambil dalam kitab tafsir sofwatut tafaasir, oleh Ali Ash shabuni, Beirut. Didalam hadist riwayat Abu Hurairah. Diharamkan menikahi dua wanita bersaudara (kakak beradik)
Menikahi anak haram ??

Secara syariat Islam di bolehkan namun orang tua laki-laki digantikan oleh wali hakim,
Dari Aisyah telah berkata , Rasulullah Saw.telah bersabda : wanita manapun yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal, maka jika sudah terlanjur (sudah bersenggama) maka ia berhak atas mahar sebagai penghalal. dan jika berselisih dalam keturunan maka hakimlah sebagai wali bagi orang yang tidak mempunyai wali ... ( Al hakim ).



Abu Sangkan

Uzlah

Pengetian Uzlah adalah mengasingkan diri dari ikatan duniawi… Imam Alghazaly menggambarkan mengenai uzlah, adalah seperti kita tidak terikat terhadap air yang ada disumur... walaupun kita sangat membutuhkan akan air tersebut sebagai sumber kehidupan. Alqur'an juga telah menggambar-kan orang yang terpaut hatinya kepada Allah (tidak terikat oleh dunia), namun juga tidak melalaikan tugas dan kewajibannya sebagai karyawan dan tanggung jawab terhadap keluarganya...

Firman Allah: "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah..." ( QS. An Nur: 37)

Uzlah,... tidak perlu pergi ke goa atau tempat yang sepi untuk meninggalkan ativitas dunia.
Lakukanlah dirumah atau dimasjid... pada saat orang semua sedang tidur di akhir malam... Lepaskan ikatan dunia anda, baik dipikiran maupun dihati... Lepaskan dan serahkan kepada Allah, bahwa semua yang kita miliki adalah karunia dari Allah.

GURU kita adalah Allah, Dia yang akan menjadi penuntun jalan rohani (Ar rasyid), Dialah sebagai pemberi petunjuk (Al hadi) dan Dialah gurunya bagi orang yang bertakwa,

"wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda)." (QS.8:29)...

`allamal insaana malam ya'lam …Allah mengajarkan manusia dari apa-apa yang tidak diketahui (QS.96:5). Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh datang kepada Kami ,akan kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami…(QS.29:69)

TUNTUNAN-NYA adalah syari'at
Sikapnya, berserah diri secara total, sebab syetan tidak akan mampu menembus wilayah rohani yang pasrah kepada Allah... iblis menjawab: "demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka" (QS. 38:83). Niatkan semua karena Allah... jangan ingin mendapatkan kesaktian... pasrahkan secara total kembali roh kita kepada Allah...

Lakukanlah praktek seperti yang saya tulis pada bab dzikrullah / patrap pertama ! Baru saja ikhwan kita dari Semarang menghubungi via telepon, bahwa ia telah berhasil mendapat kan pengalaman rohani, juga ada sebuah group band bernama "Semesta", semuanya berhasil mendapatkan sentuhan rohani... dan banyak lagi yang telah melakukannya secara serius tanpa harus bertemu dengan saya... karena saya sekedar memberikan informasi akan hakikat ketuhanan... bukan guru ketuhanan... bahwa jika kita betul-betul melaksanakan apa yang tertera didalam Alqur'an, insya Allah kebenaran yang anda peroleh sama rasanya dengan kebenaran yang di peroleh imam Alghazaly, para sahabat nabi, wali-wali…

Nantinya anda akan membenarkan apa yang dikatakan oleh mereka... ternyata apa yang ditulis oleh para syekh itu benar... karena anda juga marasakan hal yang sama...
Seperti rasa manis, siapapun akan mengalami rasa yang sama jika kita mencoba mencicipi, maka dari itu ilmu ini disebut ilmu hakikat... ilmu kebenaran... ilmu kepastian... dan ilmu kesempurnaan iman...

Contohnya begini,... Allah mengatakan ciri-ciri orang beriman itu jika dibacakan ayat-ayat Allah maka hatinya bergetar... bahkan dikatakan mereka akan histeris tersungkur, menangis jika disebut Allah... (lihat QS. Al Anfaal : 2 dan QS. Maryam :58)

Mari kita bicara jujur... sudahkan ada ciri-ciri ini pada kita ?? Kalau tidak ada, apakah pantas kita disebut orang beriman ??? Nah, ayat tsb. sebagai barometer, kalau ternyata hal ini ada pada kita, maka kita disebut telah mengimani adanya ayat diatas secara hakiki...bukan katanya pak Ustadz... akan tetapi tahu dengan sendiri (pengetahuan kasyf-nya). Keyakinan anda berubah dari doktrin percaya (wajibul yakin) terhadap ayat diatas, menjadi hakkul yaqin, keyakinan yang timbul dari kebenaran yaitu Allah Swt. Melalui hidayah inilah iman yang sebenarnya karena keyakinan anda tidak akan bisa diubahkan... seperti yang dialami oleh Sayyidina Bilal yang disiksa oleh tuannya, dia tetap mengatakan ahad... ahad... ahad... karena iman sudah terukir dalam jiwanya...

Mengenai ada jama'ah yang berkeliling dan mendatangi rumah ke rumah itu bukan Uzlah, akan tetapi mereka adalah kelompok Jamiatut tabligh yang berpusat di Negara Pakistan ... kalau di Jakarta di pusatkan di masjid Kebun jeruk... jalan Harmoni...

Mereka diajarkan bagaimana bersiwak,makan ala Rasulullah... Shalat. sunnah, masuk dan keluar wc mengikuti cara hidup Rasulullah untuk selama beberapa hari... ada yang tiga hari... tujuh hari... satu bulan... atau tiga bulan , tergantung kesanggupan jamaah...

Akan tetapi, amalan-amalan seperti itu akan menjadikan jenuh kalau timbul dari rekayasa dan gagasan fikiran atau dibuat-buat... lama kelamaan capek dan capek yang didapat. Kecuali jika kita mendapatkan tuntunan dan bimbingan dari Allah, sebagaiman Alghazaly mendapatkan mukasyafah dengan jalan olah spiritual, yakni berserah diri kepada Allah terus menerus...



Abu Sangkan

Puasa

Ada sebuah hadist yang sangat populer yang sering kita dengar dalam setiap ceramah Ramadhan: 

"Berapa banyak orang menjalankan puasa, akan tetapi hanya mendapatkan rasa haus dan lapar…" ( shahih)
Abu Hurairaah ra berkata : Rasulullah Saw. bersabda: "jika kamu sedang puasa, maka jangan berkata keji, dan jangan ribut (marah) dan jika ada orang memaki atau mengajak berkelahi, hendaklah diberi tahu : saya sedang berpuasa." ( Bukhari, Muslim).

Abu Hurairah ra. Berkata: Bersabda Nabi Saw. "siapa yang tidak suka meninggalkan kata-kata dusta, dan perbuatan yang palsu, maka Allah tidak membutuhkan dari padanya, puasa meninggalkan makan dan minumnya" ( Bukhari ).

Dari penjelasan hadist diatas, sudah dapat dipastikan bahwa Allah tidak menerima puasanya orang yang sekedar menahan rasa lapar dan haus... dan Allah tidak menerima puasanya orang yang masih berkata keji dan dusta.

Kalau kita perhatikan, disamping perlakuan syari'at secara fisik Allah sangat mengutamakan syari'at rohani. Karena rohani merupakan kenyataan diri yang sejati, sehigga kita diwajibkan untuk berkata jujur, berhati bersih, jernih, dan tidak memperturutkan hawa nafsu yang selalu berkecenderungan kedalam nista.

Saya akan mengajak anda untuk mengikuti rangkaian perjalanan rohani yang berpuasa !

Mula-mula anda diperintahkan untuk meninggalkan makan, minum, bersetubuh (jimak). Selanjutnya dilarang berkata dusta, dengki,... dan perbuatan yang palsu. Setelah anda lakukan peredaman terhadap aktivitas gejolak fisik, selama satu bulan penuh. Apa yang anda rasakan,... adalah redamnya gejolak (nafsu) yang kemudian mengakibatkan loncatan kesadaran dari kesadaraan fisik berubah menjadi kesadarah jiwa sejati, atau secara umum dikatakan kembali kepada fitrah (idul fitri)...

Adakah pengalaman yang serupa dengan puasa ? Ialah saat anda menjelang tidur, dimana aktivitas fisik sudah mulai mereda,...saat farji sudah tidak lagi bernafsu terhadap wanita,... saat mulut sudah tidak ingin makan dan bicara,... saat telinga tidak ingin mendengarkan sesuatu,... saat pikiran istirahat merekam aktivitas. Dan saat itulah roh anda lepas, memasuki kesadaran di alam mimpi. Anda tidak akan bisa memasuki alam ini jika tidak melalui proses peredaman fisik (hampa aktivitas fisik). Begitu juga hal nya dengan puasa,... yang diawali dengan peredaman-peredaman emosional yang bergejolak selama satu bulan lamanya.

Jika anda mengerti tujuan puasa adalah kembali kepada kesadaran sejati (aku), maka anda akan memasuki kesadaran baru yaitu kesadaran roh suci seperti bayi …itulah kesejatian …itulah aku yang hakiki yang tidak pernah bohong, yang selalu mengikuti kehendak-kehendak Ilahi (qulil ruh min amri rabbi), ... katakan bahwa roh adalah selalu mengikuti amar-amar Tuhanku. ( QS. Al Isra':85)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan menurut fitrah itu (QS. Ar Rum:30)

Kalau anda menyadari sebagai ruh yang suci (fitrah)..maka perilaku anda akan sesuai dengan fitrah Allah, yaitu baik yang ditulis dalam Alqur'an maupun yang berupa sunnatullah (kauniyah). Inilah tujuan puasa, ... yaitu kembali kepada fitrah sejati ... seperti telah saya bahas pada latihan patrap, atau dalam artikel bab hakekat manusia, tentang kesadaran diri dan kesadaran universal.

Sadari bahwa diri anda yang sejati (roh) tidak pernah tidur..tidak pernah makan,... tidak mati... sehingga Tuhan perlu menyadarkan kita dengan jalan berpuasa di bulan Ramadhan. Seolah Dia berkata jadilah dirimu yang sejati (fitrah) karena dirimu yang sejati adalah roh yang dihembuskan dari Rabb-Nya..yang terjaga kesuciannya,... jangan engkau menjadi kotor akibat kenistaan badanmu (QS. Al hijr : 28-29). Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya karena ia akan mendapat ilham ketaqwaan (QS. Asy syams :7-9).

Setelah anda terbebas (bersih) dari pengaruh fisik suasana menjadi sangat hening dan damai, yang lebih dominan sekarang adalah kata hati yang suci yang selama ini tenggelam sehingga dikatakan dia sebagai suara hati yang kecil... sebutan suara hati kecil itu sebenarnya adalah sejati diri kita, yang sering berlawanan dengan keinginan nafsu, dan nafsulah yang banyak mengendalikan gerakan tubuh kita selama ini. Untuk itulah Allah menggembleng jiwa kita untuk memunculkan rasa jati yang selalu mengajak kepada kebaikan. Jika hal ini berhasil... perilaku anda secara otomatis menjadi baik tanpa direkayasa oleh pikiran dan keinginan. Karakter itu mengalir tanpa ada usaha kita.

Inilah lailatul qadar, yang ditunggu-tunggu seluruh ummat,
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alqur'an) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar ( QS. Al Qadr : 1-5).

Idul fitri,.. adalah terbebasnya diri sejati dari pengaruh syawat, sehingga dirayakan menjadi hari kemenangan. Akan tetapi kadang kita menjadi salah kaprah terhadap peristiwa kemenangan jiwa dalam kebebasan dari pengaruh syahwat, yaitu berpesta pora kembali memenuhi keinginan syahwat. Namun jika anda betul-betul telah kembali suci maka akan tampak... dalam diri anda perubahan yang sangat luar biasa... anda menjadi sangat baik... ikhlas dalam segala hal... menerima segala keputusan Allah,... dan terasa kesejukan iman mengalir dalam aliran darah. Hal ini anda bisa coba pada kesempatan Ramadhan akan datang, sehingga tulisan saya bukanlah sebuah cerita dongeng yang tidak bisa dipertanggung jawabkan... namun anda benar-benar akan bisa merasakan secara langsung, tanpa rekayasa !!

Sungguh dahsyat getaran iman itu sampai terbit fajar,... anda tidak akan kuasa merasakan getaran taqwa yang turun dari Allah menyinari hati yang dibawa oleh para malaikat yang suci... anda benar-benar berubah... roh anda rela terhadap Tuhan serela-relanya.



Abu Sangkan

Acara Dalam Pengajian

Yang namanya pengajian seharusnya pelajarannya tidak itu-itu saja. Dari judulnya saja sudah bertentangan dengan isinya yaitu PENGKAJIAN dimasyarakatkan menjadi pengajian. Makna ini sebenarnya dari etos belajar yang digagas oleh Alqur'an, yaitu mengkaji, meneliti, menganalisa, dan memperhatikan peristiwa-peristiwa/fenomena alam maupun dirinya sendiri, akan tetapi jika kita mendengar judul pengajian, pikiran kita pasti tertuju dengan suasana riungan jamaah dengan membawa buku kecil membaca shalawat, membaca Yasin dan membaca syair Al barzanji, lalu di isi dengan ceramah monolog.

Saya pernah menghayalkan begini, seandainya ibu-ibu atau nenek-nenek itu di ajak mengaji dengan tema-tema seperti di kampus-kampus dan seminar-seminar, lokakarya dll. alangkah senangnya kita melihat nenek-nenek muslimah siang-siang berdiskusi membahas masalah sosiologi, psikologi, pendidikan anak, langkah-langkah membenahi ekonomi keluarga disamping menggali makna Alqur'an dan Al hadist mungkin akan lebih bermanfaat untuk generasi Islam.

Selama ini pengajian dilingkungan kita identik dengan shalawatan, Yasinan, barzanjian, dan mengulang-ulang acara itu menjadi bacaan wajib dan acara resmi perkawinan serta khitanan maupun kematian. Bukannya saya tidak setuju dengan perkumpulan jamaah tersebut, akan tetapi saya hanya tidak setuju dengan pelajaran yang tidak pernah berubah sejak sekian ratus tahun yang lalu, sehingga masyarakat Islam tidak berkembang karena tidak pernah diajak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan atau dikaji. Mungkin pendapat saya ini akan banyak ditentang oleh mereka, karena selama ini mereka telah terlanjur mengikuti guru-guru sejak nenek moyang dahulu, tidak bisa diganggu gugat. Sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap mereka, kecuali hanya diam sambil membenahi generasi selanjutnya...

Pada umumnya pengajian selalu membahas masalah-masalah akhirat seperti siksa neraka dan kenikmatan di syurga, atau berkisar persoalan fikih, seperti tata cara shalat dan bacaannya, masalah haji, puasa, dan tuntutan-tuntutan kewajiban yang lainnya. Terkadang terkesan islam itu jauh dan terpisah dari masalah kehidupan perdagangan secara praktis, masalah pertanian seperti bercocok tanam, pemupukan, cara mencegah hama wereng dan ulat penggerek, serta memandu pengusaha kecil serta memanfaatkan system zakat yang bersifat kerakyatan didalam mengentas kemiskinan dll. Karena itu dianggap bukan urusan agama, sehingga ketika disebut kantor KUA (Kantor Urusan Agama) pikiran anda langsung membayangkan kalau menikah dan bercerai berurusan dengan kantor ini.

Saya sangat setuju jika pengajian sekarang bertema "selamat datang para peserta pengkajian (pengajian) agrobisnis dan problematikanya", "Peranan orang tua terhadap anak", "Cara beternak Ikan hias Tawar", "Olah nafas dan manfaatnya bagi kesehatan". Di tulis diatas kain panjang empat meter kali delapan puluh sentimeter, di pasang di depan Masjid kita.

Mungkin tema-tema diatas agak aneh bagi orang yang tidak mengerti maksud saya ini, pengajian kok membahas masalah agrobisnis, masalah ikan hias ! Pikiran seperti ini seharusnya kita luruskan agar Islam tidak menjadi rancu dan sempit. Orang-orang islam akan mendapatkan manfaatnya dari kajian Alqur'an, yang di peruntukkan semua ummat baik orang islam maupun bukan islam.

Pengkajian berasal dari makna Alqur'an yang memotifasi orang-orang beriman untuk belajar dan meneliti apa-apa yang dilihat pada alam ini misalnya tanaman, tanah tandus, onta, angkasa, bintang, atom ( dzarrah) bulan, laut, ikan dll. seperti dalam firman Allah :

"Katakanlah (hai Muhammad) perhatikan dengan intidhzar apa-apa yang ada dilangit dan di bumi." (QS. Yunus: 101)
"Maka apakah mereka tidak melakuan intidhzar dan memperhatikan onta, bagaimana ia diciptakan. Dan langit bagaimana di tinggikan. Dan gunung-gunug bagaimana mereka di dirikan. Dan bumi bagaimana dibentangkan, maka berilah peringatan karena engkaulah pemberi peringatan." (QS. Al Ghasyiyah: 17-20)
"Dia menumbuhkan bagimu, dengan air hujan itu, tanaman zaitun, korma, anggur dan segalam macam buah-buahan. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang berfikir." (QS. An Nahl : 12)

Intidhzar berasal dari kata nadhzara, artinya melihat atau memperhatikan. kemudian akrab dengan makna sifatnya yaitu mengkajian, penelitian. Alangkah dangkalnya kata kajian berubah menjadi membaca syair dan mengulang-ulang bacaan Yasin yang tidak memberikan kedalaman makna Ayat tersebut secara langsung kepada masyarakat yang bersifat luas. Akan tetapi jika kita menganalisa dan meneliti apa-apa yang terjadi pada diri kita maupun terhadap alam, maka akan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh semua kalangan baik orang-orang muslim maupun orang-orang di luar muslim, karena Alqur'an bersifat Universal. Dan kandungan Alqur'an hampir tujuh puluh persen menceritakan tentang fenomena alam baik alam manusia alam jin alam malaikat, sisanya mengenai sejarah perbakala, perjuangan, tata hukum negara, dll.

Kalau saya ambil satu contoh ayat yang menjelaskan bahwa Allah menumbuhkan pohon korma, tanaman zaitun, anggur dan segala macam buah-buahan. Dikatakan yang demikian itu merupakan kekuasaan Allah dan lebih tegas lagi Allah menyebutnya bahwa alam semesta merupakan ayat-ayat Allah yang tidak tertulis (kauniyah) berarti alam ini adalah firman Allah dan bersifat pasti (eksakta), dan Allah menunjukkan kepada kita agar dipikirkan dan di analisa untuk mengembangkan dan memelihara dengan ilmunya yang sudah dikandung di dalam hukum tanaman tersebut. Sebab Allah menciptakan tanaman sekaligus dengan manualnya sebagai petunjuk bagi si peneliti di dalam memahami karakter tanaman dan kemauan serta komposisi kimiawi yang di inginkannya agar tanaman itu bisa berkembang dengan baik dan berbuah lebat.

Semakin kita perhatikan dengan teliti, tanaman itu akan memberikan petunjuk akan dirinya kepada kita segala rahasia kandungan zat yang bermanfaat, kemudian kita teliti dari segi keindahan dan tekstur batang tanaman serta dedaunan yang hijau membuat kita tertarik untuk meletakkan dihalaman rumah dan di dalam ruangan agar kesegaran udara tercipta, karena zat asam yang tidak kita butuhkan di serap oleh daun-daun tanaman tersebut. Ketika kita melihat indahnya dan ranumnya buah yang dihasilkan tanaman tersebut, kita akan tergelitik untuk menawarkan kepada tetangga untuk mencicipi rasa buah itu, kemudian berkembang menjadi timbal balik dengan cara membelinya. Terjadilah peristiwa jual dan beli yang disebut perdagangan.

Dari proses berfikir dan memperhatikan inilah muncul ahli bio kimia, ahli ekonomi, ahli seni, setelah memperhatikan kebutuhan unsur-unsur hara yang di inginkan tanaman tersebut. Dilihat dari segi keindahan, sang pelukis dan ahli interior melihat objek secara langsung apa yang dilihatnya - dimanfaatkannya untuk karya seninya yang indah. Demikian seterusnya sehingga Islam menjadi berkembang dan besar seperti pada masa keemasannya di mulai tahun 900 sampai tahun 1100 M. Namun akhirnya Islam menjadi mundur akibat tidak ada lagi halaqah-halaqah pengkajian yang menyajikan kandungan Alqur'an serta akibat peperangan yang berkecamuk lama dan konflik antara madzhab-madzhab yang ada masa itu.

Halaqah-halaqah ini sampai sekarang masih semarak bahkan di kampung-kampung, di kantor-kantor, di televisi di radio - serentak begitu hebatnya dan tidak ada bosan-bosannya - karena dorongan belajar yang tinggi dan berpahala jika mendengarkan ilmu yang di sajikan oleh para ustadz atau kiyai. Akan tetapi malang bagi ummat, setiap pengajaran ilmu-ilmu yang disajikan, tidak terlintas ajaran meneliti dan memperhatikan serta menganalisa setiap peristiwa. Kecuali hanya mempersoalkan furu'yah yang tidak habis-habisnya.

Saya setuju dengan apa yang dilakukan oleh Prof. Hembing, karena beliau adalah salah satu orang yang meneliti tanaman untuk pengobatan. Saya kira sangat baik kalau di dalam pengajian di lingkungan kita, beliau di undang untuk berceramah mengenai bidangnya. Karena beliau telah mengamalkan ayat Alqur'an secara langsung dan bisa dibuktikan manfaatnya. Dari pada kita membaca Alqur'an yang tidak mengerti artinya sehingga masyarakat kita menjadi buta dan terbelakang. Atau kita undang Profesor Dadang Hawari untuk membicarakan mengenai kenakalan remaja, masalah narkotik, bahayanya terhadap mental. Karena beliau termasuk orang yang telah membuktikan kebenaran Alqur'an masalah zat adiktif yang merusak jaringan otak manusia serta dampaknya terhadap generasi muda. Mengapa pengajian kita hanya di isi oleh orang yang tidak perpengetahuan masalah kandungan Alqur'an.

Mudah-mudahan diantara kita tidak terjadi salah faham karena pendapat saya ini Dan menjadi renungan masa akan datang untuk anak-anak kita, untuk dikenalkan dengan bahasa Alqur'an yang bersifat memotivasi ummat untuk belajar dan meneliti lingkungan di sekitar kita.



Abu Sangkan