Thariqah merupakan methode untuk mendidik murid agar disipilin
didalam berdzikir kepada Allah. Dalam thariqah itu ada Mursyid... (pembimbing)
sebagai washilah, biasa disebut syekh. Beliaulah yang menghantarkan jalannya
rohani sang murid untuk bisa sampai kepada tingkat lebih tinggi, kadang ada
yang lebih ekstrim, kita disuruh membayangkan wajah seorang guru mursyid agar
mempermudah jalan rohaninya, karena dianggap sang syekh memiliki kekuatan
rohani yang tinggi, yang mampu menggetarkan dan membangkitkan rohani yang sudah
lama tenggelam…
Didalam thariqah ada bai'at, harus memiliki dan mengakui syekh dan
jalan thariqahnya,.. apakah Syekh Naqsabandy atau Syekh Abdul Qadir Jaelani
seseuai dengan penciptanya.
Biasanya seorang murid di talqin (dzikrul maut), dengan cara
dimandikan seperti orang mati dan kemudian dikafani… Setelah itu sang murid
diwejang dan diijazahkan sebuah amalan dzikir yang harus dilaksanakan setiap
waktu dengan jumlah tertentu... Dzikir-dzikir tersebut gunanya untuk
membersihkan lathaif-lathaif, seperti meletakkan lafadz dzikir di dalam qalbu,
di nathiqah... sirr sampai kullu jasadin... Jika sang murid menguasai dzikir
tersebut dengan baik, maka ia akan dinaikkan kepada tingkatan dzikir yang lebih
tinggi... muraqabah-muraqabah dst. Biasanya ajaran thariqah memiliki silsilah
sanad, sampai kepada Rasulullah. Hal inilah yang banyak diragukan oleh sebagian
ulama, dan terkadang bagi salik yang fanatik menganggap orang yang ber tasawuf
namun tidak memiliki guru, maka gurunya adalah syetan... menurut syekh Ar
Rifai, orang yang berkata demikian adalah orang yang tidak mengerti kedudukan
tasawuf (lihat kitab jalan ruhani karangan syekh Sa'id Hawwa, hal.73)
Saya sependapat dengan syekh Ar Rifai, bahwa pembuka hidayah bukan
hak manusia, kecuali dia hanya sebagai pemandu jalannya rohani, bukan sebagai
washilah atau birokasi ketuhanan... di mana sang syekh dianggap sebagai
penghubung / perantara kepada Allah...
Bagi saya guru mursyid itu adalah syariat agama, dan merupakan
pemandu yang bersih dari pikiran dan keakuan manusia... Syari'at adalah firman
Allah,... dan jalan utama untuk mengetahui salah tidaknya suatu perjalanan
ruhani,... untuk lebih mempercepat sampai kepada Allah... Janganlah terpengaruh
dengan kata orang, bahwa untuk menuju Allah diperlukan guru mursyid... Jika hal
itu dilakukan dan merupakan keharusan,... bagaimana dengan jalan ruhani, yang
kita lakukan selama ini, yakni shalat… apakah diperlukan washilah ?? Padahal
shalat merupakan jalan ruhani kita atau biasa disebut mikrajnya kaum
mukminin,... di sana kita tidak ada pemandunya (mursyid) kecuali hanya syari'at
yang telah dituntun oleh agama...
Adapun sanad atau silsilah,... ajaran kita telah mengambil nash
yang masyhur, mutawatir, dan di akui oleh seluruh kalangan... apakah syi'ah
maupun sunni...
Abu Sangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar