Kamis, 05 September 2013

Korelasi Transendensi antara Huruf Mim, Ha', Alief, Nun dan Fusi Horizontal

( Perihal Metodologi Aktifasi Kecerdasan Ruhani ) *

Waduduuuuh...judulnya sok intelek reeek....Nggak kok, saya gak bakat untuk hal -hal seperti itu....Tulisan ini sekedar mentransliterasi bahasa " langit " yang diperoleh Ustadz Ahmad Fathoni...

Kalau bahasa digitalnya, ini adalah proses encoder - decoder. Ustadz Ahmad fathoni sebagai processor dari Analog yang dikonvert ke Digital ( A/D nya bumi ke langit ) dengan segala kerumitan pengkodean dan sistem binary-nya. Nah, setelah masuk Central Processor Unit dan pusat olah data, saya sekedar bertugas sebagai pengkonversi Digital to Analog ( D/A )...biar semua bisa menikmati. Mugo - mugo....

He...he...gak hanya minyak tanah saja yang bisa dikonversi jadi elpiji....

Dan dalam rangka konversi dari kecerdasan otak menuju kecerdasan ruhani, semoga Ustadz Ahmad fathoni mau berkeringat mensubsidi para sedulur - sedulur.... ( he..he.. sampean tak paksa - paksa untuk meladeni umat lho....)

Seperti biasa, saya hanya bertugas sebagai tukang dorong mobil....selamat menikmati perjalanan....

Huruf Mim...

Apa yang sampean visualisasikan tentang bentuk huruf mim ? bulat di atas, tegak lurus di bawah...ehm seperti pentol korek...postur manusia kah...atau kecambah ...

Kayaknya semua sama...yup, kesamaannya adalah gerak dinamis yang berasal dari bulatan atas. Asal api dari kepala pentol korek yang hitam, asal aktifitas dasar berasal dari kepala manusia, dan asal kejadian kecambah adalah biji bulat kacang hijau.

Bulatan huruf Mim adalah perlambang semua gerakan dan tangkapan lahiriah proses belajar yang berasal dari kepala. Entah telinga, mata hidung ataupun mulut beserta seluruh kerja sarafnya.



Masalahnya, apa hasil tangkapan - tangkapan ini seumur - umur hanya berputar - putar terus menerus di area kepala saja ? Jangan - jangan kalau gitu terus, kalau merujuk teori Darwin bisa - bisa kepala kita berevolusi segedhe alien...

Hmmhh..jaman modern ini sebenarnya kita sudah gak perlu ngaku - ngaku intelek hanya karena sudah merasa bisa berfikir canggih. Filosofi Descartes, Cogito Ergo Sum - saya berfikir maka saya ada cukup sampai di sini saja...toh tanpa berfikir faktanya pikiran itu datang dengan sendiiiirinya hare.... he..he... kepikiran !

Ya, tiap hari kita kepikiran menghadapi arus informasi yang begitu dahsyat tak terbendung. Hanya dengan search enginee-nya Mbah Google kita sudah mampu membuka cakrawala dunia...sampai -sampai kepala ini terasa benjol kalau semua informasi itu kita keruk tanpa pandang bulu...

*
Benjolan huruf Mim adalah benjolan kepala. Kalau kita hanya berkutat di isi kepala saja ya selamat benjal - benjol seumur hidup.... Mbendhol.....reeek. Maka sebelum hidup kita benjal - benjol, sebaiknya kita carikan saluran pengolahan yang baik... Eh, tapi apa ya ?

Ada baiknya kita ingat kata orang jadoel yang kesengsem pacaran " dari mata turun ke hati, witing tresno jalaran soko kuliner...eh salah ding...kulino...." Ternyata dua ungkapan ini bukan sekedar ucapan ringan. Melainkan sebuah filosofi dasar ketauhidan yang mengajarkan bahwa begitulah seharusnya proses hidup...

Tegak lurusnya huruf Mim bagian bawah adalah prose penghubung antara kepala dan hati. Memang tidak mudah menegakkan proses membuka jalur komunikasi ini. Tetapi juga bukan hal sulit. Seperti ungkapan di atas, ini hanya masalah kebiasaan atau membiasakan, kulino. Kalau sudah kulino, pasti kita akan mencintai proses ini. Sebab rasanya sangat maknyus....hmmh...yummi..benar - benar witing trisno jalaran soko kuliner....

Lurusnya bagian bawah huruf ini ibaratnya kayak Base Transciever Station atau tower HP... Terus bagaimana supaya kita bisa mengetahui sudah terjadi konektifitas trans-recieve yang baik antara kepala dan hati ? Bagaimana ketika suara kepala meminta nasihat hati atau suara hati menasehati kepala bisa terdengar jernih kayak sinyal HP 4 Bar ? Bagaimana sesungguhnya pola proses transmitter dan juga proses reciever nya ?

Gampangnya, tower tadi haruslah menjulang tinggi sekaligus harus mempunyai akar fondasi yang kuat supaya gak gampang roboh.....

Lalu bagaimana cara membentuk fondasi dan bangunan tinggi tadi ? Berdiri di manakah semua itu...?

Kadar Mim terhubung dengan proses takbir mengangkat tangan yang sejajar dengan otak kanan / kiri, lalu ditundukkan pada sendekap istikomah di hati. Sebab gelombang paling rendah pada alam tubuh kita yang menjembatani antara kesadaran gaib dan nyata, langit dan bumi adalah hati (Ka'bah).

Sikap ini juga merupakan upaya mencapai titik adil dengan sistem keseimbangan kosmik. Dan pada tahap awal hendaknya mencapai tahapan kulminasi al-Latief yang lebih halus daripada kelembutan udara.

Dan, tahap pengantar dalam mencapai wilayah lathief, jembatannya ada di huruf Ha'........ (bersambung )


Wassalam, always makmum

Dody Ide



www.padhangjingglang.blogspot.com


* Ini hanya sebuah intro kecil. Mungkin suatu saat akan menjadi sebuah buku yang terstruktur, jelas, gampang dan aplikatif. Dan kecerdasan ruhani inilah yang akan mengangkat derajat kaum yang terpuruk...

Pada tahap awal insyaAllah telah terkumpul sepuluh anak yang kurang mampu untuk diunggulkan mengikuti konsep edukasi ini. Kenapa ada kata unggul? Apakah ini sekolah unggulan...?

Bukan, ini bukan sekolah unggulan. Kalau sekolah unggulan, pada umumnya hanya memoles, good in good out. Karena bahan dasarnya sudah siap. Baik secara fasilitas, finansial maupun mental.

Sedang kita harus kerja keras mulai tahap mencari, membentuk, baru tahap memoles. Dari bahan dasar anak – anak yang secara mental, finansial dan kasih sayang kurang beruntung, kita remark menjadi generasi unggul yang setara dengan sekolah unggulan lainnya. Tanpa perlu fasilitas ataupun biaya mahal, bahkan gratis.

Selanjutnya, kalau ada pertanyaan silahkan langsung aja ke Ustadz Ahmad Fathoni ( Afath Al Hijrah ). Saya ngumpet dulu......mau reparasi otak udang.....zuiiiiiiiiingg...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar